بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ



Media dakwah untuk Berbagi ilmu dan aktifitas seputar Agama Rahmatan lil 'alamin yang insya Allah membawa faedah yang besar bagi para pembacanya.

Sabtu, 14 Januari 2012

SESUATU DI BALIK SEBUAH DO'A

Assalaamu'alaikum  pemuda-pemudi muslim yang berbahagia...
kali ini yang akan di bahas adalah sesuatu yang tersirat dari Do'a berdasarkan Hadiths dan Al-Qur'an.
Dari kitab kumpulan doa dan dzikr Kitab Al Adzkar An Nawawi: Kami riwayatkan di dalam Sunan Abu Daud dari Abu Sa’id al-Khudri - rodhiyollohu ‘anhu -, dia berkata: “Suatu hari Rosululloh - sholollohu ‘alaihi wasallam - masuk ke dalam masjid dan di sana bertemu dengan seorang laki-laki dari kalangan Anshar yang bernama Abu Umamah. Beliau bertanya, ‘Wahai Abu Umamah, mengapa kamu duduk-duduk di masjid di luar waktu shalat?’ Dia menjawab, ‘Ada keresahan menggangguku dan hutang-hutang, wahai Rosululloh (sholollohu ‘alaihi wasallam). Beliau bertanya lagi, ‘Maukah aku ajarkan padamu suatu doa yang apabila engkau baca, niscaya Allah melenyapkan keresahanmu dan melunasi hutang-hutangmu?’ Dia menjawab, ‘Mau, yaa Rosululloh (sholollohu ‘alaihi wasallam).

Beliau bersabda, ‘Pada waktu pagi dan petang hari ucapkanlah:

Allohumma inni a’udzu bika minal hammi wal-hazan, wa a’udzu bika minal-‘ajzi wal-kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal-bukhli, wa a’udzu bika min gholabatid-daini wa qohrir-rijal

(Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemas dan sifat malas, aku berlindung kepada-Mu dari sifat penggecut dan sifat pelit, dan aku berlindung kepada-Mu dari kekuasaan utang dan kekuasaan manusia).

Abu Umamah mengatakan, “Aku pun melakukannya dan Allah Ta’aala melenyapkan keresahan dan kegelisahanku serta melunasi hutang-hutangku.”

Dan ingatlah:

"Do'a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah." (HR. Tirmidzi)

"Do'a adalah senjata seorang mu'min (orang beriman) dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi." (HR. Abu Ya'la)

Doa itu, JUGA adalah harus dan patut dibarengi dengan usaha, selalin tentu harus diresapi. Bukan hanya di mulut. Bukan hanya jadi ritual.

Orang beriman, jelas adalah orang bertawakkal, dan mengetahui bahwa dunia ini bukan untuk bermain-main, bermalas-malasan, tenggelam dalam keputus-asaan ... Ia beriman, sabar, ia berusaha selalu, UNTUK DUNIA DAN AKHIRATNYA, karena ia tahu, Tuhannya adalah Tuhan yang Benar, Yang Maha Adil, dan dunia ini hanyalah tempat sementara yang hina (kata "Duniyaa" berasal dari kata "Dani" yang artinya "sangat rendah" atau "hina" dalam Bahasa Arab), tempat kita perlu beribadah, berusaha, menegakkan kebaikan dan mencegah kejahatan (amar ma'ruf nahi munkar) ... Dan insya Allah menbearkan rahmat kepada siapapun, dan nanti kembali ke kampung halaman bapak kita, Nabi Adam 'alaihis salaam, di Surga.

Dan insya Allah ridho Allah dan nusratulloh (pertolongan dari Allah) turun.

Al Quran Surat Al Qashash ayat 77:

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (berupaya mencari kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Ingatlah bahwa KITA DAPAT BERBISNIS dengan Allah, dan menyelamatkan diri kita:

Al Quran Surat Ash Shaff ayat 10-14 (61:10-14):

(10) Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan (bisnis) yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?

(11) (yaitu) kamu beriman kepada Alloh dan RasulNya dan berjihad (MENEGAKKAN AMAR MA'RUF DAN NAHI MUNKAR alias menegakkan kebaikan dan mencegah kejahatan di manapun dan dengan cara apapun asalkan sesuai Al Quran dan As Sunnah-aAl Hadits) di jalan Alloh dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

(12) Niscaya Alloh akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah (surga) yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn (surga tertinggi) . Itulah keberuntungan yang besar.

(13) Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) PERTOLONGAN dari Alloh dan KEMENANGAN yang dekat (waktunya) dan sampaikanlah BERITA GEMBIRA kepada orang-orang yang BERIMAN.

Maka beberapa hal ini insya Allah mempermudah dikabulkannya doa.

Hadis riwayat Abu Hurairah rodhiyollohu 'anhu, ia berkata: Rosululloh sholollohu 'alaihi wasallam bersabda (dalam Hadits Qudsi):

Allah Ta'aala berfirman: "Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari."

(Shahih Muslim No.4832)

Dan semoga bermanfaat, beberapa hal ini mempermudah dikabulkannya doa (disarikan dari Al Quran & Al Hadits) insya Allah:

Sedang sakit, sedang dizhalimi, dalam perjalanan berat yang bukan untuk maksiat, saat dalam ujian berat, doa Orang Tua terhadap anaknya, saat hati sedang lembut, pada waktu-keadaan mulia (saat sujud sholat, setelah tasyahud akhir, setelah sholat, saat 1/3 malam terakhir, sedang berpuasa, saat hari Jum'at di waktu-waktu akhir antara Ashar-Maghrib di Masjid, saat Sahur, antara Adzan-Iqomah, waktu Adzan, saat hujan turun, saat di Masjidil Harom/Masjid Nabawi/Masjidil 'Aqsho), mendoakan jg Muslim lain, menolong kesulitan orang lain, dgn tdk mengkonsumsi-memakai-bertindak yg haraam, dsb.

Diawali dng Tawassul kpd Allah a.l. dng menggunakan Asmaul Husna (nama2 Allah)-pengakuan terhadap aneka nikmat Allah, dengan utarakan amal salih-jihad (upaya) baik kita dalam amar ma'ruf nahi munkar (berbuat/mengajak ke kebaikan & mencegah kejahatan) di masa lalu, memuji Allah, dll; boleh diikuti sholawat Nabi lalu berdoa yg membawa kebaikan & tdk berlebihan.

Berdoa dengan rasa cinta (hubb), takut (khouf) & penuh harap (roja') terhadap Allah semata, khusyu' serta yaqin dikabulkan, dengan menutup aurat dengan pakaian yang benar (islami), merendahkan diri-memposisikan diri sebagai hamba yg pasrah, suara lembut. Sebaiknya mengangkat tangan memohon, doa diulang-ulang 3x + istighfar 3x, jika mungkin, menghadap Kiblat.

Setelah berdoa, sebaiknya ditutup dng Sholawat Nabi. Iringi dengan taubat, sabar & beriman, berlaku adil & berikhtiyaar-jihad (upaya) u/ kebaikan, berbuat baik amar ma'ruf nahi munkar (mengajak ke kebaikan & mencegah-menjauhi kejahatan).

Semoga bermanfaat. Wallohua'lam. Wastaghfirulloh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar